Showing posts with label Foto Binatang. Show all posts
Showing posts with label Foto Binatang. Show all posts

Monday, October 10, 2016

Paus yang Meledak di Jalanan Taiwan


Waktu: 26 Januari 2004
Tempat: Tainan (Taiwan)
Fotografer: Tidak diketahui

Peristiwa ini terjadi pada pada tanggal 26 Januari 2004 di Taiwan. Seekor makhluk air raksasa dari jenis paus sperma sepanjang 17 meter dengan berat sekitar 50 ton mati terdampar di pantai yang terletak di barat-daya Yunlin, Taiwan. Paus dengan ukuran terbesar yang pernah ditemukan di negara tersebut itu pada awalnya dibawa dengan menggunakan truk trailer ke Universitas Nasional Cheng Kung di Tainan atas perintah dari Ahli Biologi Kelautan Profesor Wang Chien-Ping untuk diteliti oleh dia dan para koleganya. Karena pihak institusi universitas ternyata menolak memberikan izin, maka si paus lalu dibawa ke Wilayah Reservasi Sutsao (Shi-Tsao). BTW, karena ukurannya yang luar biasa besar, dibutuhkan waktu selama 13 jam serta tiga mesin derek dan 50 orang pekerja  hanya untuk memindahkannya dari pantai ke truk trailer!

Dalam perjalanan ke Sutsao, perut paus tersebut tiba-tiba meledak sehingga mengakibatkan tumpahnya ceceran darah yang menggenangi jalan dan membasahi mobil di dekatnya, serta ditambah lagi dengan gumpalan organ-organ perut yang berserakan dimana-mana. Seorang warga setempat menggambarkan bahwa kejadian tersebut "layaknya film horor, dimana darah dan organ dalam yang keluar dari perut paus tersebut begitu menjijikkan dan mengeluarkan bau yang benar-benar busuk".

Profesor Wang Chien-Ping dari Universitas Nasional Cheng Kung memperkirakan bahwa ledakan ini terjadi akibat gas yang timbul dari proses pembusukan yang terjadi secara alami setelah paus tersebut mati. Selama satu tahun selanjutnya, Wang melakukan penelitian terhadap bangkau paus sperma yang kematiannya - serta proses peledakannya - menimbulkan kehebohan besar di Taiwan tersebut. Beberapa bagian darinya kini dipamerkan di Musium Purba Taijiang. 






Sumber :
http://1001pintu.blogspot.co.id/2011/03/seekor-ikan-paus-raksasa-meledak-di.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Exploding_whale
https://id.crowdvoice.com/posts/perut-paus-meledak-di-tengah-jalan-raya-23gA
http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/3437455.stm

Sunday, February 28, 2016

Petugas Pemadam Kebakaran yang Memberi Minum Koala


Waktu: 1 Februari 2009
Tempat: Victoria (Australia)
Fotografer: Mark Pardew

Seorang sukarelawan petugas pemadam kebakaran Australia menerima penghargaan sebagai seorang pahlawan dari organisasi aktivis penyelamatan satwa PETA. David Tree dinilai berjasa karena menyelamatkan seekor Koala yang kehausan dan menderita akibat kebakaran hebat yang melanda hutan di negara bagian Victoria, yang dinamakan sebagai "Black Friday" (Jum'at Hitam).

Sam, nama dari si koala, menjadi terkenal setelah foto yang memperlihatkan dia minum dari botol minuman milik Tree. Tree menemukan Sam - yang sebagian kuku kakinya telah mengelupas akibat terbakar - di rumpun eucaliptus saat terjadi kebakaran di Mirboo North, timur-laut Melbourne, tanggal 1 Februari 2009. Demikian yang ditulis oleh AFP (Agence France-Presse) edisi hari Sabtu tanggal 14 Februari 2009.

"Kakinya terlihat sekali bermasalah sehingga membuat dia sulit untuk bergerak, jadi aku hentikan truk pemadam kebakaran kami. Saat aku dekati, dia diam saja dan tak bereaksi seakan-akan ingin mengatakan 'aku sudah pasrah'. Aku lalu menyodorkan minuman dari botol air, dan bagian yang paling menakjubkan adalah ketika dia merengkuh tanganku. Aku tak akan pernah melupakan hal tersebut."

"Kasih sayang yang ditunjukan David Tree saat menyelamatkan Sam adalah inspirasi untuk seluruh komunitas ini," ujar Direktur PETA Jason Baker.

Sam sendiri kemudian pelan-pelan mulai sembuh setelah menderita beberapa luka bakar pada tubuhnya. Dan di tempat perawatan hewan, Sam kini punya pacar baru bernama Bob. Sesama Koala tentunya.

Kebakaran semak di Australia digolongkan ke dalam bencana besar. Bagaimana tidak, akibat kombinasi antara udara panas, angin kencang yang arahnya bisa berubah-ubah setiap saat serta jangkauan hamparan yang luas, dalam waktu singkat kebakaran semak ini dapat menghabiskan ribuan hektar yang di dalamnya termasuk kawasan konservasi hutan, satwa liar, peternakan dan rumah-rumah. Kebakaran yang terjadi di bagian tenggara negara bagian Victoria, Australia tersebut telah menewaskan 81 orang, menghancurkan 1.800 rumah dan menghanguskan 450.000 hektar.

 
Sumber :
http://news.detik.com/berita/1085019/selamatkan-koala-petugas-pemadam-kebakaran-jadi-pahlawan

Saturday, February 13, 2016

Prajurit Soviet Memberi Susu Pada Beruang Kutub


Waktu: 1950
Tempat: Semenanjung Chukchi, Siberia (Uni Soviet)
Fotografer: Tidak diketahui

Prajurit dari unit pasukan tank Soviet ini memberi susu kental manis dalam kaleng yang sudah dibuka pada induk beruang kutub yang mendekati tank mereka saat melakukan ekspedisi militer menembus wilayah bersalju di Semenanjung Chukchi, Siberia. Beruang yang ingin tahu tersebut langsung menjilati kaleng susu yang diberikan sebelum memberikannya pada anak-anaknya. Kaleng susu kental manis (di Rusia dinamakan sgushchennoye moloko) berwarna biru dan putih itu sendiri merupakan salah satu jatah ransum musim dingin yang diterima oleh prajurit Tentara Merah, juga anak-anak Rusia pada masa itu.

Tidak diketahui apakah di Sememanjung Chukchi sendiri lebih banyak dihuni beruang kutub ataukah manusia. Yang jelas cuacanya sangat ekstrim, dimana suhu di musim dingin dapat mencapai -40°, sehingga bahkan bagi ukuran beruang kutub pun cuaca sedingin ini bisa membunuh mereka. Para prajurit baik hati ini, yang bertugas di Distrik Angkatan Darat Semenanjung Chukchi, memutuskan untuk tidak kabur manakala melihat kedatangan beruang-beruang malang yang kedinginan dan kelaparan tersebut. Mereka malah mulai memberinya makan dengan sedikit persediaan daging dan susu yang mereka miliki.






Sumber :
http://rarehistoricalphotos.com/feeding-polar-bears-tank-1950/

Wednesday, February 10, 2016

Pembunuhan Gorila di Kongo


Waktu: Juli 2007
Tempat: Mikeno, Kongo
Fotografer: Brent Stirton

 Pada tanggal 22 Juli 2007 sekelompok pemburu tak dikenal membunuh satu keluarga gorila di kaki gunung volkano Mikeno yang terletak di bagian timur Republik Demokrasi Kongo. Dengan bersenjatakan senjata otomatis, para pembunuh kejam ini menghabisi nyawa 12 ekor gorila anggota keluarga Rugendo yang terkenal diantara turis-turis yang datang berkunjung dan juga dicintai oleh para penjaga Taman Nasional Virunga tempat mereka tinggal. Keluarga kera raksasa terkemuka ini dipimpin oleh seekor gorila berpunggung putih dengan berat 226 kg bernama Senkwekwe. Dia dan anggota kelompoknya mungkin saja mengetahui kedatangan para pemburu yang akan mencabut nyawa mereka, tapi karena selama ini mereka sudah biasa melihat manusia yang lalu-lalang di sekitar habitatnya, kemungkinan besar mereka tidak menjadi waspada karenanya (begitu dekatnya habitat keluarga Rugendo dengan pemukiman manusia sehingga kadang-kadang salah satu anggotanya keluar dari hutan untuk 'berpiknik' di kebun jagung di wilayah perbatasan sehingga membuat marah petani lokal!).

Para Ranger (penjaga Taman Nasional) di barak Bukima yang terletak berdekatan bersaksi bahwa mereka mendengar beberapa kali letusan senjata di tengah malam. Saat melakukan patroli jalan-kaki keesokan paginya, mereka menemukan tiga gorila betina - Mburanumwe, Neza, dan Safari - telah tergeletak tak bernyawa, sementara bayi Safari yang masih hidup merangkak di sebelah ibunya. Keesokan harinya Senkwekwe ditemukan telah mati pula akibat dari luka tembakan di bagian dada. Tiga minggu kemudian bangkai anggota keluarga Rugendo lainnya, gorila betina Macibri, ikut ditemukan bersama dengan bayinya yang juga telah tak bernyawa.

Hanya sebulan sebelumnya, dua ekor betina serta seekor bayi dari grup gorila lainnya telah mendapat serangan dari pemburu tak dikenal. Para Ranger menemukan salah satu betinanya ditembak dari arah belakang dari jarak dekat layaknya eksekusi, sementara bayinya yang dibiarkan hidup tetap berada di pelukan ibunya. Gorila betina yang lainnya tidak pernah ditemukan.

Secara total, tujuh ekor gorila dari pegunungan Virunga telah terbunuh hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, dan sampai saat ini orang yang bertanggung jawab melakukannya tidak pernah diketahui. Foto hasil jepretan dari wartawan National Geography Brent Stirton mengabadikan saat-saat pemimpin gorila Senkwekwe, yang sudah tak bernyawa, dibawa menggunakan tandu bagaikan anggota keluarga kerajaan oleh para penduduk desa yang menangisi kepergiannya. Foto ini kemudian menjadi terkenal dan dimuat di berbagai suratkabar dan majalah luar negeri. Pembunuhan semena-mena binatang tak berdosa ini memicu kemarahan dunia internasional yang mendesak pemerintah negara Kongo untuk segera menyelidikinya.


Sumber :
http://ngm.nationalgeographic.com/2008/07/virunga/jenkins-text

Sunday, January 24, 2016

Bocah Afrika yang Kelaparan dan Burung Bangkai


Waktu: Maret 1993
Tempat: Desa Ayod, Sudan
Fotografer: Kevin Carter

Seekor burung bangkai dengan tenang menunggu bocah perempuan Afrika di depannya yang sedang meregang nyawa karena kelaparan. Gambar terkenal ini diambil oleh jurnalis foto asal Afrika Selatan, Kevin Carter, saat dia ditugaskan untuk meliput bencana kelaparan hebat di negara Sudan. Beberapa bulan kemudian sang fotografer mencabut nyawanya sendiri karena depresi atas apa yang telah dilihatnya. 

Orangtua bocah tersebut sedang sibuk mengambil bantuan makanan dari pesawat sehingga mereka meninggalkan anaknya selama beberapa waktu. Pada saat itulah Carter datang ke lokasi, sebuah wilayah yang berdekatan dengan desa Ayod di Sudan. Dia melihat seorang bocah perempuan tak berdaya yang berusaha keras menyeret tubuhnya yang lemah ke lokasi pemberian bantuan makanan. Ketika dia sedang berhenti sebentar untuk beristirahat, tak lama kemudian datang seekor burung bangkai yang mendarat di belakang si bocah. Untuk mendapatkan fokus yang diinginkan dimana kedua obyek ini sama-sama nampak dalam foto, Carter mendekati lokasi dengan sangat berhati-hati karena takut membuat burung bangkai tersebut terbang. Dari jarak sekitar 10 meter dia mengambil foto yang kemudian menjadi fenomenal di seluruh dunia. Carter mengambil beberapa foto lainnya selama sekitar 20 menit sebelum mengusir burung tersebut.

Setahun setelahnya (1994), Kevin Carter mendapatkan penghargaan Pulitzer atas fotonya yang menggetarkan nurani ini. Di tahun yang sama fotografer dari Afrika Selatan tersebut melakukan bunuh diri.

Tanpa fakta-fakta meyakinkan yang menyelubungi kematiannya, orang awam pastilah menganggapnya sebuah sebuah hal yang mengejutkan. Padahal dari sejak tersebarluasnya untuk pertama kali foto bocah Afrika dan burung bangkai tersebut di suratkabar The Now York Times terbitan bulan Maret 1993, banyak orang yang melayangkan kritik pedas kepada Carter. Masyarakat penasaran apa yang terjadi kemudian dengan si bocah tersebut, dan apakah Carter membantunya. The Times kemudian mengeluarkan statemen bahwa si bocah berhasil selamat sampai ke lokasi bantuan makanan, tapi di luar itu tak ada yang mengetahui kabarnya. Karena hal tersebut Carter dibombardir oleh pertanyaan tentang mengapa dia tidak membantu bocah tersebut, dan hanya memanfaatkaannya untuk menjadi obyek fotonya.

Yang jelas, Carter bekerja di masa para fotografer dan wartawan dilarang untuk menyentuh korban kelaparan karena takut tertular oleh penyakit yang mereka idap. Carter sendiri mengatakan bahwa tidak kurang dari 20 orang perhari yang meninggal di lokasi pemberian bantuan makanan, dan bocah malang itupun tidak menjadi pengecualian dalam hal tersebut. Tapi di lain waktu Carter juga sering mengekspresikan penyesalannya bahwa pada saat itu dia tidak melakukan apa-apa untuk membantu bocah Afrika malang yang menjadi obyek fotonya yang paling terkenal, meskipun sebenarnya pada saat itupun tak banyak yang dia bisa lakukan.

Pada tanggal 27 Juli 1994 Kevin Carter mengendarai mobilnya ke Braamfontein, sebuah kawasan dimana kawasan tersebut biasanya digunakan untuk tempat bermain. Disana dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara mengalirkan pipa knalpot mobilnya ke jendela di sisi pengemudi. Dia lalu meninggal karena keracunan karbon monoksida. Carter meninggalkan sebuah catatan yang berisi:

"Aku sungguh, sungguh menyesal. Rasa sakit telah menimpaku hingga bahagia itu takkan ada lagi... tertekan ... tanpa telepon ... uang sewa ... uang untuk hutang ... uang!!! ... Aku dihantui oleh ingatan dari pembunuhan dan mayat dan kemarahan dan kesakitan ... kelaparan atau anak kecil yang terluka, dari orang gila bersenjata, bahkan polisi, dari eksekutor hukum mati ... Aku pergi untuk bergabung dengan Ken (rekan sekerjanya Ken Oosterbroek yang meninggal beberapa minggu sebelumnya), kalau aku seberuntung itu.."



Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kevin_Carter
http://rarehistoricalphotos.com/vulture-little-girl/